1.
Pengertian
Nutrisi adalah zat yang terdapat dalam bahan makanan yang berguna untuk
tubuh sebagai zat tenaga, sumber zat pembangun dan sumber zat pengatur (Markum,
2000).
Masa menyusui adalah masa dimana ibu memberikan ASI kepada bayinya, oleh
karena itu ibu yang sedang menyusui memerlukan tambahan zat gizi dalam
makanannya. Kesehatan bayi tergantung pada kesehatan ibunya terutama masa
menyusui. Pada saat ibu menyusui diharapkan ibu dalam kondisi tetap sehat dengan
menjaga mutu makanannya disamping control ke dokter atau bidan untuk memantau
kesehatan ibu dan perkembangan bayi.
Nutrisi ibu menyusui adalah pemasukan makanan yang mengandung zat gizi yang cukup selama menyusui (Dickason, Silverman & Kaplan, 1998).
2.
Fungsi dan
manfaat Nutrisi yang baik Bagi ibu Menyusui
a.
Menjaga
kesehatan dan gizi ibu
b.
Mengoptimalkan
pertumbuhan dan perkembangan organ bayi
c.
Meningkatkan
produksi ASI
Tiga
alasan mengapa nutrisi yang baik sangat berguna bagi ibu menyusui :
1) Produksi
ASI membutuhkan banyak energi
Dalam hal gizi, kebutuhan
bayi menyusui jauh lebih banyak dibandingkan masa dalam kandungan. Hal ini
disebabkan oleh laju pertumbuhan bayi yang sangat cepat. Pada 4 bulan pertama,
berat badan seorang bayi menjadi dua kali lipat dibanding berat setelah 9 bulan
dalam kandungan.
Dibutuhkan produksi ASI yang sangat banyak untuk mendukung pertumbuhan bayi tersebut. Menyusui selama satu bulan memerlukan kalori sama banyak dengan masa kehamilan.
2) Nutrisi
yang baik mengoptimalkan kualitas dan kuantitas ASI
Kekurangan nutrisi
menyebabkan produksi ASI menurun. Asupan vitamin yang lama selama menyusui akan
menghasilkan air susu yang juga rendah nutrisi esensial/kebutuhan dasar.
Protein-protein penting yang membantu mencegah infeksi pun akan berkurang
jumlahnya.
3) Nutrisi
yang baik membantu melindungi kesehatan ibu menyusui
Apabila makanan tidak memenuhi kebutuhan nutrisi bayi maka tubuh ibu menyusui pun menjadi sangat rentan terhadap kekurangan gizi. Sekalipun asupan mineral rendah cenderung tidak menurunkan kandungan mineral dalam air susu, tubuh andalah yang akan kekurangan karena harus mengkompensasi asupan nutrisi yang rendah tersebut.
3.
Nutrisi Yang
Wajib Dikonsumsi Selama Masa Menyusui
Bila ibu menyusui, nutrisi yang baik dapat
mengoptimalkan kualitas dan kuantitas ASI, sekaligus membantu memelihara
kesehatan ibu menyusui. Adapun nutrisi yang wajib dikonsumsi selama masa
menyusui adalah :
a.
Kalori
Kebutuhan kalori pada masa menyusui jauh
lebih besar dibandingkan pada waktu hamil. Pada umumnya wanita menyusui
memerlukan tambahan 500 kalori diatas kebutuhan hariannya. Kebutuhan ini akan
jauh lebih banyak lagi apabila anda menyusui bayi kembar. Sekalipun tubuh ibu
menyusui menyimpan banyak lemak pada waktu hamil, simpanan tersebut tidak akan
mencukupi seluruh kebutuhan kalori. Sisanya harus didapatkan dari makanan. Bila
menyusui selama 3 bulan, atau berat anda dibawah berat badan ideal, maka asupan
kalori harus lebih banyak lagi.
b. Protein
Untuk memenuhi kebutuhan selama menyusui,
setiap hari ibu menyusui harus mengkonsumsi 65 g protein selama 6 bulan pertama
dilanjutkan 62 g selama 6 bulan kedua. Beberapa penyelidikan menyebutkan
kebutuhan protein selama menyusui bahkan lebih besar dari angka-angka tadi.
Apabila anda kurang mengkonsumsi protein maka produksi air susu pun akan
berkurang. Cadangan protein dalam tubuh ibu menyusui juga akan berkurang. Bahan
makanan sebagai sumber protein kualitas tinggi adalah ikan dan seafood, unggas,
daging sapi, daging domba, daging babi, hati, dan telur. Sumber lain adalah
semua jenis kacang dan serealia. Susu dan produk olahannya seperti keju dan
yogurt juga kaya protein.
c.
DHA
Asam lemak dokosahexsaenoat (DHA) amat
penting bagi perkembangan daya lihat dan mental bayi. Asupan DHA berpengaruh
langsung pada kandungan DHA dalam air susu ibu.
d. Vitamin
dan Mineral
Kandungan vitamin dalam air susu mencerminkan
kandungan vitamin dalam makanan ibu. Kecukupan mineral dari bayi yang disusui
sangat tergantung pada air susu ibunya.
Kebutuhan vitamin dan mineral wanita
menyusui lebih tinggi dari kebutuhan normal. Vitamin A, vitamin B6,
vitamin D, asam folat, kalsium, dan seng sangat diperlukan selama masa
menyusui.
1)
Vitamin A
Vitamin A sangat penting bagi kesehatan
kulit, kelenjar, serta fungsi mata. Sekalipun pada waktu lahir bayi memiliki
simpanan vitamin A, ASI tetap menjadi sumber penting dari vitamin A dan karoten
(zat gizi yang banyak terdapat secara alami dalam buah-buahan dan
sayur-sayuran). Penyelidikian menunjukkan bahwa karoten dapat membantu
meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Wanita menyusui berusia 19 tahun keatas
dianjurkan mengkonsumsi 1,300 mcg vitamin A per hari. Hati, telur, dan keju
merupakan sumber-sumber vitamin A yang baik. Vitamin A juga terdapat dalam
beta-karoten serta karotenoid lainnya.
2)
Vitamin B6
Vitamin B6 membantu penyerapan
protein dan meningkatkan fungsi syaraf. Oleh karena kebutuhan protein meningkat
selama menyusui, anda memerlukan lebih banyak vitamin B6. Asupan
vitamin B6 sebesar 2.0 mg per hari dianjurkan bagi wanita menyusui.
Daging, hati, padi-padian, kacang polong, dan kentang adalah sumber-sumber
vitamin B6 yang baik.
3)
Vitamin D
Vitamin D membantu pembentukan dan
pemeliharaan tulang. Selain itu vitamin D juga diperlukan untuk penyerapan
kalsium. Walaupun kebutuhan vitamin D sama seperti biasa, asupan yang cukup
tetap harus dijamin—setidaknya 5 mcg per hari. Bila ibu menyusui kekurangan
vitamin D maka bayi hanya menerima sedikit kalsium dari air susu ibu. Dengan
demikian bayi beresiko menderita ricketsia, satu penyakit yang menyebabkan
deformasi tulang. Ikan, hati, dan kuning telur banyak mengandung vitamin D.
4)
Asam folat
Asam folat sangat dibutuhkan dalam
pertumbuhan dan pembelahan sel secara normal. Wanita menyusui harus
mengkonsumsi 500 mcg asam folat setiap hari. Asam folat banyak terdapat dalam
hati, daun sayur wana hijau, jeruk, dan semangka.
5)
Kalsium
Kalsium membantu pertumbuhan tulang dan
gigi, serta meningkatkan fungsi otot dan syaraf. Kebutuhan kalsium selama
menyusui tidak meningkat tetapi asupan hariannya harus terjamin. Wanita
menyusui berusia 19 tahun keatas harus mengkonsumsi 1000 mg kalsium per hari.
Bila asupan kalsium dari makanan tidak mencukupi, secara alami ASI akan
mengambil kalsium dari tulang anda. Akibatnya ibu menyusui beresiko besar
mengalami fraktur (patah tulang). Susu dan produk olahannya, ikan salmon dan
sarden bertulang, serta bayam, adalah sumber kalsium yang baik.
6)
Seng
Lebih dari 100 enzim yang terlibat dalam pencernaan dan metabolisme memerlukan seng. ASI rendah seng akan mengganggu selera makan dan pertumbuhan bayi. Asupan seng harian sebesar 12 mg dianjurkan bagi wanita menyusui berusia 19 tahun keatas. Seafood, hati, dan daging banyak mengandung seng.
4.
Makanan yang
dapat mengurangi nafsu makan
Makanan yang dapat mengurangi nafsu makan yaitu : makanan yang terlalu
manis, gurih dan berlemak seperti : gula-gula/permen, dodol, cake/kue, geplak
dan sejenisnya.
5.
Bahan
makanan yang perlu dibatasi adalah:
-
Cabe
Cabe
akan memberikan rasa perih di lambung dan usus. Peristaltik usus juga akan
meningkat sehingga durasi absorbsi zat makanan lebih singkat, yang selanjutnya
menyebabkan inatake nutrisi ibu menyusui kurang optimal
-
Makanan
berlemak
Makanan
yang mengandung banyak lemak akan lebih sulit dicerna dibandingkan makanan yang
lain, sehingga akan memberikan rasa kenyang yang lebih lama, yang selanjutnya
menurunkan nafsu ibu untuk makan-makanan yang lain
-
Makanan
ber-gas seperti: durian, nanas, nangka, buncis, dan kul
Makanan
yang mengandung gas akan menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut sehingga akan mempengaruhi ibu dalam dalam memberikan
ASI pada bayi
-
Makanan
beralkohol (tape/minuman keras).
Makanan
beralkohol akan memberikan efek panas
terasa diperut, berkeringat dan peningkatan metabolisme tubuh, sehingga
kebutuhan kalori dan zat lainnya lebih cepat digunakan tubuh untuk memenuhi
kebutuhan tubuh.
6.
Cara
Pengaturan Pemenuhan Nutrisi
a.
Perhatikan
variasi dan rasa makanan, rasa makanan
yang dapat ditingkatkan dengan peningkatan pemakaian bermacam-macam bumbu dan
makanan yang digoreng, dipanggang, ditumis lebih enak rasanya daripada direbus.
b.
Jaga
kebersamaan makan dalam keluarga dan suasana makan guna meningkatkan nafsu
makan
c.
Usahakan
makan dengan porsi kecil tapi sering misal 6 kali sehari, terdiri dari 3
makanan pokok dan 3 kali makanan selingan
d.
Untuk
menambah konsumsi kalori dan protein ditambahkan pada makanan biasa adalah lauk pauk dan susu.
0 Komentar